Ganjar Pranowo : Batu Akik Klawing Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Tag

, ,

PURBALINGGA – Pengembangan batu akik Klawing yang digenjot oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, ternyata didukung penuh oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar pengembangan batu akik Klawing yang memiliki keunggulan beraneka ragam motif dapat memunculkan industri kreatif dikalangan masyarakat.

“Bukan hanya industri pengolahan batu menjadi mata cincin saja tetapi ini akan mendorong industri kreatif lainya. Apalagi Pak bupati (Sukento Rido Marhaendrianto-red) juga mempunyai pemikiran selain memoles batunya juga membuat emban atau cincin untuk mata akik. Ini akan memunculkan kreasi, inovasi industri kreatif yang baru,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai meninjau Pameran Batu Akik Klawing di Griya UMKM, eks. Sanggar Pramuka selatan Mapolres Purbalingga, Jumat (6/3).

Sebelumnya, Ganjar bersama istri Atikoh Ganjar Pranowo mengikuti senam bersama jajaran SKPD di Purbalingga bertempat di pelataran parkir Pasar Segamas Purbalingga. Ikut terlihat mengikuti acara itu, Bupati Sukento, Ketua DPRD Tongat, dan para anggota Muspida.

Meski mendorong tumbuhnya industri kreatif batu Klawing, gubernur juga mengingatkan agar cara menambang batu bahan akik ini dapat diatur. Jangan sampai dilakukan dengan sembarangan. Asal ada potensi batu kemudian diambil dengan seenaknya tanpa memikirkan kerusakan lingunganya.

“Karena ini di aliran Sungai Klawing, saya minta berkordinasi dengan ESDM, PU dan balai besar untuk pengelolaan wilayah sungai (BBWS-red) agar tidak terjadi persoalan baru. Mungkin salah satunya menyangkut galian C,” jelasnya.

Menurut Dia, potensi batu di sungai Klawing memiliki kekhasan tersendiri seperti batu hijau dengan bercak merah darahnya yang sering disebut Nogosui, batu bergambar, Panca Warna dan lainya. Oleh karena itu, agar dapat dikembangkan lebih maksimal Ganjar juga mendorong dilakukan sertifikasi terhadap produk batu akik khas sungai Klawing.

Usai melakukan peninjauan, di jari jemari Ganjar terlihat melingkar tiga cincin batu akik Klawing. Tak hanya itu, dilehernya juga tergerai lionting motif kotak yang juga diisi batu akik Klawing. “Terus terang saya tidak terlalu suka memakai cincin kecuali cincin kawin ini. Tapi dalam hal kita menghormati suatu karya, kadang-kadang memang saya munculkan seperti yang saya pakai ini. Banyak koleksi saya hanya untuk menunjukan banyak kekayaan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Ketua panitia, Cune Yulianto dari Komunitas Pecinta Batu Klawing Nogosui menuturkan, kegiatan pameran yang akan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (6-8/3) untuk menggelorakan dan membumikan potensi batu akik Klawing yang kini telah merambah luar daerah. Tujuannya agar didaerah asalnya, Purbalingga, batu akik Klawing dapat lebih diterima sebagai salah satu kebanggaan masyarakat.

“Juga untuk memfasilitasi pemasaran bersama produk batu akik Klawing, khususnya bagi para perajin pemula yang masih kesulitan memasarkan produknya,” jelasnya.

Menurut Cune, pameran kali ini diikuti 30 stand yang menjajakan beraneka ragam produk batu akik Klawing, termasuk batu bahan, emban, dan aksesoris lainnya berupa  bross akik Klawing, liontin Klawing, Stiker tema Akik Klawing dan Kaos Batu Klawing.

Untuk meramaikan acara, lanjut Cune, tiap malam digelar barbagai hiburan yang dipusatkan di Warung Apresiasi atau Wapres. “Minggu pagi kami juga menggelar acara Body Painting dengan aksesoris batu akik Klawing,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM yang juga seksi hiburan event tersebut, Adi Purwanto menambahkan, kegiatan pameran batu akik Klawing juga sebagai sarana mengenalkan produk local Purbalingga. Selain batu akik juga digelar sejumlah produk hasil kreasi UMKM Purbalingga yang dapat dinikmati di Wapres sambil lesehan.

“Tiap malam kita siapkan hiburan secara bergantian, seperti pemutaran film pendek, pentas akustik, music keroncong dan pemutaran film potensi batu akik Klawing ,” jelasnya.

Dia menambahkan, event tersebut juga sebagai ajang mengenalkan tongkrongan baru di Purbalingga yakni Warung Apresiasi atau Wapres yang dibuka tiap hari mulai jam 16.00 hingga 24,00 WIB. (Hardiyanto)